Sejarah Desa

Menurut cerita para tokoh masyarakat, bahwa sebelum bernama SUKOREJO cikal bakalnya adalah sebuah kampung yang berada di sebelah barat sungai Serayu, yaitu Pager Jagang.

Pada jaman perang Pangeran Diponegoro daerah tersebut dijadikan benteng pertahanan, sehingga masyarakat menamai dengan Pager Jagang. Tokoh yang memberi nama Pager Jagang adalah R. Paku Wojo yang masih kerabat dari Kyai Mojo yang notbene sahabat dari Pangeran Diponegoro. Beliau wafat dan dimakamkan di sebelah Selatan Dusun Bogelan sekarang.

Di sekitar Pager Jagang ada sebuah tempat yang digunakan untuk pelatihan prajurit / padepokan. Dalam kegiatan keprajuritan ini dipimpin oleh R. Sulaiman seorang tokoh keturunan Demak dan dibantu oleh Kyai Hasan ( seorang Manggala Yuda ) yang kemudian terkenal dengan nama Hasan Manggolo. Padepokan inilah yang menjadi cikal bakal sebuah dusun yang diberi nama Dusun Depok sekarang.

Untuk melindungi Pager Jagang dari jangkauan tentara Belanda, para tokoh saat itu menamai pepohonan dan tanaman perkebunan terutama di sebelah utara Pager Jagang. Hal tersebut untuk mengalihkan perhatian dari pihak musuh sekaligus garis pertahanan,. Kawasan inilah yang menjadi asal usul Dusun Kebondalem.

Pager Jagang disebut juga dengan istilah Kedung Pingit Punthuk Tongsang, yang konon Kedung Pingit artinya di sekitar Serayu digunakan sebagai persembunyian / bungker, sedang Punthuk / bukit sebagai tempat pengintaian. Adapun Tongsang adalah nama sembilan tokoh yaitu : R. Paku Wojo, R. Sulaiman, Hasan Manggolo, R. Suradi Genting, Kyain Badarrudin, R. Surowinangun, Kyai Midak Muhammad, Kyai Karim Maospati dan Kyai Tholabudin.

Pada tahun ±1924 terjadi musibah gempa bumi yang mengakibatkan Pager Jagang longsor hingga sungai Serayu, sehingga sebagian warga Pager Jagang dan Depok mengungsi untuk mencari tempat yang lebih aman. Tempat itulah yang sekarang menjadi sebuah Dusun yang dinamai Kemiri.

Beberapa tahun setelah terjadinya gempa bumi tepatnya saat Pemerintahan desa dipimpin oleh bapak Mashuri ( 1929 – 1936 ) sebagai Kepala Desa Pager Jagang sebagai induk pemerintahan waktu itu diubah menjadi Bogelan, sedang untuk desa diberi nama SUKOREJO ( Suko – Senang, Rejo – Makmur ) dengan harapan masyarakatnya hidup Gemah ripah loh jinawi toto titi tentrem kerto raharjo.


Total Dibaca